Selasa, 06 Januari 2015

Tugas Jurnal Prasarana Kantor

LITERATUR REVIEW: PENGARUH MANAJEMEN PRASARANA KANTOR TERHADAP KEGIATAN OPERASIONAL KANTOR DAN PRODUKTIVITAS PEGAWAI

Yunny Triwahyuni (125211072)
Jurusan Administrasi Niaga Program Studi D-III Administrasi Bisnis
Politeknik Negeri Bandung

Abstract
The operational activities and the high motivation of the employees work in the office of course supported by an efficient use of all the facilities and infrastructure are adequate to effectively and efficiently.  The existing infrastructure in the office need to be harnessed and managed for the common good.  Management of it intended to used the infrastructure in the office can run effectively and efficiently.  Infrastructure management is an activity that is especially important in the office, because its existence would be very supportive towards the success of the operational activities of the office.  But unfortunately, the infrastructure of the office is not staffed with enough knowledge so that frequent errors in management.  Infrastructure management office regarding the error means the procurement, in charge and the manager, maintenance, and care as well as deletion.  Even much less understand the standards manager of infrastructure that is needed.  Some cases prove much infrastructure was built, but not being a priority scale of an enterprise.  The most tragic thing and often occur in our culture is being able to buy can not afford to take care of.  A complete infrastructure that will support the working concentration of employees.  The problem often encountered any office or company, among others, the infrastructure supporting the management and inadequate infrastructure are less optimal.  In the operations, maintenance or care is often a major obstacle.  Bearing in mind there has been no special deal with professional power management infrastructure.
Keywords : Management, Office Infrastucture




PENDAHULUAN

            Dalam setiap segi proses perkantoran yang produktif, kantor harus menyediakan fasilitas kerja yang lengkap.  Persaingan di antara  kantor atau perusahaan yang semakin ketat menuntut para pegawai untuk bertindak semakin cepat untuk mencapai peningkatan produktivitas.  Peningkatan produktivitas dapat ditunjang dengan adanya penyediaan fasilitas kerja yang dapat membantu dan memotivasi pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan kantor dengan baik.  Dalam menyelesaikan tugas-tugas sehubungan dengan pekerjaan kantor dibutuhkan berbagai fasilitas kerja agar tujuan yang telah ditetapkan suatu kantor dapat dicapai dengan efektif dan efisien. 
            Fasilitas kerja terbagi atas dua bagian yaitu fasilitas sarana kantor dan fasilitas prasarana kantor.  Adapun fungsi dari fasilitas sarana kantor adalah sebagai berikut :
1.      Untuk menghemat secara fisik tenaga dan pikiran manusia dalam melakukan pekerjaannya,
2.      Mengurangi kebosanan dan keletihan bekerja apabila harus mengerjakan pekerjaan yang berulang-ulang.
3.      Menghemat waktu.
Sementara itu, fungsi dari prasarana kantor adalah untuk memotivasi para pegawai agar mau bekerja dengan giat dan antusias untuk mencapai hasil yang optimal.  Dengan demikian dapat meningkatkan produktivitas pada suatu kantor tersebut.
            Pada umumnya peningkatan produktivitas kantor merupakan hasil dari fasilitas kerja dan kemauman dari pegawai itu sendiri.  Artinya peran fasilitas kerja terhadap peningkatan produktivitas kantor sangat penting.
            Djoyowirono (2005: 24) menyatakan bahwa : “fasilitas/sarana adalah alat yang diperlukan untuk menggerakkan kegiatan manajemen dalam rangka mencapai tujuan organisasi.  Manajemen sarana dan prasarana merupakan faktor-faktor yang tidak dapat dipisahkan dari dunia kerja dan merupakan hal yang vital bagi pegawai untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.  Dengan tersedianya manajemen sarana dan prasarana sebagai bentuk pengelolaan fasilitas sebagai penunjang kerja yang lengkap maka pegawai akan terdorong untuk meningkatkan kinerjanya.  Dampak yang timbul dari kondisi tersebut yaitu kinerja pegawai akan lebih optimal dan tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.
            Manajemen sarana dan prasarana merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kinerja pegawai yang berdampak pada kinerja lembaga.    Seperti yang dikemukakan oleh Riva’I (2004: 35) yang menjelaskan bahwa: “Tanpa didukung pegawai yang bekerja dengan baik dari segi kuantitatif, kualitatif, strategi dan operasionalnya, maka lembaga itu tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya, mengembangkan dan memajukan lembaga tersebut ke masa yang akan datang.
            Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, penulis ingin mengetahui lebih jauh mengenai keterkaitan antara manajemen sarana dan prasarana dengan kinerja pegawai, namun lebih terfokus pada segi prasarananya saja, maka  dari itupenulis akan mengkaji lebih dalam tinjauan literatur  ini  dengan judul “PENGARUH MANAJEMEN PRASARANA KANTOR TERHADAP KEGIATAN OPERASIONAL KANTOR DAN PRODUKTIVITAS PEGAWAI”.

Konsep Manajemen Sarana Prasarana
            Manajemen sarana prasarana kantor dapat didefinisikan sebagai proses kerja sama pendayagunaan semua sarana dan prasarana kantor secara efektif dan efisien.  Definisi ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di kantor perlu didayagunakan dan dikelola untuk kepentingan proses pekerjaan di kantor.  Pengelolaan itu dimaksudkan agar dalam menggunakan sarana dan prasarana di kantor bisa berjalan dengan efektif dan efisien.  Pengelolaan sarana dan prasarana merupakan kegiatan yang sangat penting di kantor, karena keberadaannya akan sangat mendukung terhadap suksesnya kegiatan operasional di kantor.  Manajemen sarana dan prasarana kantor itu sendiri meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, pengawasan, penyimpanan inventarisasi, dan penghapusan serta penataan.  Manajemen sarana prasarana yang baik diharapkan dapat menciptakan kantor yang bersih, rapih, dan indah sehingga menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi para pegawai di kantor tersebut.
            Secara umum, tujuan manajemen prasarana kantor adalah memberikan layanan secara professional di bidang sarana dan prasarana kantor.  Secara rinci tujuannya adalah sebagai berikut:
1)      Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana kantor melalui system perencanaan dan pengadaan yang hati-hati dan seksama.  Dengan kata lain, melalui manajemen prasarana kantor diharapkan semua prasarana yang didapatkan oleh kantor tersebut adalah sarana dan prasarana yang berkualitas tinggi, sesuai dengan kebutuhan kantor, dan dengan dana yang efisien.
2)      Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana kantor secara tepat dan efisien.
3)      Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor, sehingga keberadaannya selalu dalam kondisi siap pakai dalam setiap kali diperlukan oleh semua personel kantor.
Manajemen sarana prasarana kantor itu terwujud sebagai suatu proses yang terdiri atas langkah-langkah tertentu secara sistematis.  Prosesnya meliputi
a)      Perencanaan
b)      Pengadaan
c)      Penyimpanan
d)     Pendistribusian
e)      Penggunaan dan Pemeliharaan
f)       Inventarisasi
g)      Penghapusan
Pengertian Prasarana Kantor
Pekerjaan kantor yang padat membutuhkan dukungan prasarana yang memadai.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. 
Prasana kantor ditinjau dari fungsi, jenis, dan sifatnya, yaitu:
a)      Ditinjau dari fungsinya terhadap kegiatan operasional di kantor berfungsi tidak langsung (kehadirannya tidak sangat menentukan), sedangkan prasarana kantor berfungsi langsung (kehadirannya sangat menentukan).
b)      Ditinjau dari sifatnya, dapat dibedakan menjadi fasilitas fisik dan non-fisik.
c)      Ditinjau dari sifat barangnya, dapat dibedakan menjadi barang bergerak (barang yang dapat dipindahkan) dan barang yang tidak bergerak (barang yang tidak dapat dipindahkan)
Prasarana Perkantoran dapat dibagi menjadi dua kelompok penting, yaitu :
1.      Perabot dan Tata Ruang
Meliputi meja kursi, perabot system, tempat kerja unit peraga visual, tata ruang, dan jenis-jenis kantor.
2.      Kondisi Fisik
Meliputi dekorasi, kebersihan, ventilasi, suhu, penerangan, akustik, kesehatan,
dan keselamatan
Perencanaan Kebutuhan Prasarana Kantor
Perencanaan adalah suatu proses memikirkan dan menetapkan kegiatan-kegiatan atau program-program yang akan dilakukan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu.  Berdasarkan pengertian tersebut, perencanaan prasarana kantor dapat didefinisikan sebagai suatu proses memikirkan dan menetapkan program pengadaan fasilitas kantor, baik yang berbentuk sarana maupun prasarana kantor di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tertentu.  Tujuan yang ingin dicapai dengan perencanaan memenuhi kebutuhan prasarana.  Oleh karena itu, keefektifan suatu perencanaan pengadaan prasarana kantor tersebut dapat dinilai atau dilihat dari seberapa jauh pengadaannya itu dalam mendukung kegiatan opersional di kantor dalam periode tertentu.  Apabila pengadaan prasarana itu betul-betul sesuai dengan kebutuhannya, berarti perencanaan pengadaan prasarana di kantor itu betul-betul efektif.
Perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kantor meliputi pertanyaan: Apa yang dibutuhkan? Dimana dibutuhkan? Kapan dibutuhkan? Bagaimana sarana dan prasarana yang dibutuhkan? Dan Siapa yang membutuhkan? Masing-masing diuraikan sebagai berikut:
1.      Apa yang dibutuhkan ?
Logistic yang dibutuhkan harus menjamin semua penyelenggaraan organisasi baik yang sifatnya fungsi utama maupun yang sifatnya fungsi penunjang, kedua fungsi ini berlangsung dengan lancar, efisien, dan efektif.
a.       Fungsi Utama
Fungsi utama adalah keseluruhan aktivitas pokok yang harus dilakukan demi tercapainya tujuan.
b.      Fungsi Penunjang
Fungsi penunjang adalah berbagai upaya yang mendukung pelaksanaan fungsi utama.
c.       Fungsi Periferal
Fungsi periferal berkaitan dengan kegiatan yang bersifat kegiatan social, kegiatan informal, dan kegiatan seremonial.
Bentuk dan sifat berbagai jenis fungsi tersebut menentukan sarana prasarana apa yang diperlukan oleh organisasi dalam pemenuhan kebutuhan minimum agar semua fungsi organisasi terselenggara lancar, namun apabila pemenuhan bukan saja pada batas minimum akan mendapatkan manfaat untuk meningkatkan kinerja organisasi.
2.      Dimana dibutuhkan ?
Hal ini menyangkut pada lokasi/tempat penyelenggaraan kegiatan bisa terbatas pada satu tempat tertentu atau tersebar diseluruh kegiatan yang diselenggarakan.  Mudah dipahami bahwa bentuk dan jenis sarana prasarana yang diperlukan untuk menyelenggarakan fungsi tertentu dipengaruhi oleh lokasi kegiatan.
3.      Kapan dibutuhkan ?
Berkaitan dengan dua hal, yaitu suatu saat tertentu dan satu kurun waktu tertentu, dengan demikian ketepatan waktu untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.  Ketetapan waktu sangat penting untuk berbagai maksud seperti menjaga mutu hasil pekerjaan, mencegah terjadinya penumpukan bahan digudang yang memerlukan biaya pemeliharaan, efisiensi pemanfaatan tenaga kerja dan tidak tertingginya tipe model peralatan tersebut telah beredarnya produk dengan teknologi yang lebih mutakhir.

4.      Bagaimana sarana dan prasarana dibutuhkan ?
Dilihat dari dua segi, yaitu mekanisme dan prosedur kerja dikaitkan dengan penyelenggaraan fungsi utama dan fungsi penunjang, lebih tepatnya ada interaksi antara pegawai dengan mesin, antara pegawai dengan pegawai lain dan antara satuan kerja dengan satuan kerja lainnya.
5.      Siapa yang membutuhkan ?
Bahwa pegawai merupakan unsur terpenting dalam seluruh proses administrasi, dimana mutu perencanaan yang dihasilkan sangat tergantung pada tingkat kemampuan para perencana melakukan analisis terhadap kebutuhan peralaran dan penyelenggaraan kegiatan organisasi semata-mata didasarkan pada pendekatan efisiensi dan efektifitas kerja saja, pemanfaatan peralatan yang sarat teknologi mutakhir karena dengan pemanfaatan teknologi tersebut pekerjaan akan dapat diselesaikan dengan lebih cepat, tingkat akurasi akan tinggi dan demikian produktivitas organisasi akan semakin tinggi pula.
Pengadaan Prasarana Kantor
Pengadaan prasarana kantor pada dasarnya merupakan upaya merealisasikan rencana pengadaan prasarana yang telah disusun sebelumnya.  Pengadaan merupakan serangkaian kegiatan menyediakan berbagai jenis sarana dan prasarana kantor sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai tujuan perusahaan.  Kebutuhan sarana prasarana dapat berkaitan dengan jenis dan spesifikasi, jumlah, waktu, tempat, dan harga serta sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.  Pengadaan dilakukan sebagai bentuk realisasi atas perencanaan yang telah dilakukan sebelumnya.  Tujuannya untuk menunjang proses kegiatan perkantoran agar berjalan efektif dan efisien sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Pengadaan sarana dan prasarana merupakan berbagai kegiatan pengadaan alat dan barang berdasarkan rencana yang telah disusun dan ditetapkan. Pengadaan sarana dan prasarana dapat dilakukan dengan membuat sendiri, menyewa, meminjam dan membeli. Pada umumnya, pengadaan sarana dan prasarana dilakukan dengan cara membeli karena relatif lebih mudah dan dapat dilaksanakan oleh organisasi pengadaan sarana dan prasarana ini dapat dengan menempuh cara tender. Menurut Donald J. Bowersox, (2001:67) sebelum pengadaan, proses perencanaan merupakan satu proses yang harus ditempuh agar pengadaan yang ada menjadi berguna dan pengadaan yang ada tidak memboroskan anggaran organisasi.
Lebih lanjut lagi,Geofrey Mills, et., all. (2001:10) mengemukakan bahwa yang menjadi dasar dalam proses pengadaan adalah:
1.      Apakah wilayah kerja memadai?
2.      Dapatkah juru tulis bekerja dengan nyaman?
3.      Apakah juru tulis dapat menggunakan kedua tangannya?
4.      Dapatkah pekerjaan diselia
5.      Apakah pekerjaannya terlindungi secara memadai?
6.      Apakah ada tempat penyimpanan yang cocok untuk barang milik pribadi juru tulis?
7.      Dapatkah wilayah kerja dibersihkan?
Lebih lanjut lagi, Geofrey Mills, ett, all. menyatakan pokok-pokok berikut harus diingat sewaktu membeli perabot:
1.      Staf harus dilibatkan sedapat mungkin dalam pemilihan;
2.      Pilihan antara kayu dan baja tidak penting sekarang karena biasanya kedua bahan tersebut digunakan bersama;
3.      Beberapa system memiliki pemilihan warna;
4.      Plastik tidak dapat diperbaiki, tetapi kuat untuk bagian dalam laci;
5.      Tidak boleh ada tepi atau sudut yang tajam atau bergerigi;
6.      Kunci harus terbenam atau rata dengan permukaan;
7.      Tirai harus mudah dipasang atau dilepas;
8.      Meja kerja atau meja biasa harus bisa distel ketinggiannya;
9.      Unit peraga visual harus bisa distel;
10.  Bagian atas meja harus dapat dibuat dengan beberapa bagian yang dapat dimiringkan dari 1 derajat hingga 20 derajat.
Penyimpanan Prasarana Kantor
Penyimpanan merupakan salah satu fungsi yang penting dalam manajemen sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana kerja yang diadakan dengan berbagai cara mungkin saja tidak langsung digunakan. Berbagai kegiatan pengadaan menyangkut:
1.      Klasifikasi
Adanya klasifikasi yang jelas bagi setiap peralatan dan barang,baik yang sifatnya habis sekali pakai (non durable googs), kode identifikasi barang harus diketahui oleh yang berwenang apabila barang keluar;
2.      Tempat Penyimpanan
Tersedianya tempat penyimpanan yang memenuhi npersyaratan antara lain:
a.       Terjalinnya Keamanan.
Terjaminnya Keamanan alat/barang yang disimpan dalam arti tidak mudah dijangkau oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan baik dalam maupun luar organisasi
b.      Penyimpanan Alat/Barang
Terlindung dari kerusakan yang disebabkan kelembaban udara, kebakaran, kebocoran atap tempat penyimpanan. Tersedianya pengatur suhu udara, alat kebakaran.
c.       Tata Cara Penyimpanan
Memudahkan pengambilan apabila sudah waktu digunakan adanya klasifikasi dan kode identifikasi yang jelas maka tempat penyimpanannya juga jelas dan mempermudah;
d.      Sistem Pengandalian Stok yang Handal
Adanya system pengendalian stok yang handal agar alat/barang yang diperlukan selalu tersedia ditempat penyimpanan untuk digunakan sewaktu-waktu.
Dengan adanya mekanisme dan tata cara pengaturan terhadap penyimpanan barang tersebut di atas dalam pemanfaatannya sehingga barang tetap dalam kondisi baik sebelum di realisasikan ke pengguna dan pengamanan terhadap barang itu sendiri.
Distribusi Prasarana Kantor
Prasarana kantor yang telah diadakan dapat didistribusikan.  Pendistribusian prasarana kantor adalah kegiatan pemindahan barang dan tanggung jawab dari seorang penanggung jawab penyimpanan kepada unit-unit atau orang-orang yang membutuhkannya.  Ada tiga langkah pendistribusian prasarana kantor, yaitu penyusunan alokasi barang, pengiriman barang, dan penyerahan barang.  Dalam kaitan dengan pendistribusian prasarana di kantor ada beberapa asas yang perlu diperhatikan dan dipegang teguh, yaitu ketepatan barang yang disalurkan, ketepatan kondisi barang yang disalurkan.  Sedangkan khusus dalam kaitannya dengan penyusunan alokasi barang ada empat hal yang perlu ditetapkan, yaitu penerima barang, waktu penyaluran barang, jenis barang yang akan disalurkan dan jumlah barang yang akan disalurkan.
Distribusi dengan kata lain adalah penyaluran dimana barang dari penyimpanan sementara untuk direalisasikan ke pengguna barang dalam hal ini adalah bagian-bagian yang memanfaatkan sarana prasarana kantor. Salah satu cara yang harus ditempuh untuk menjamin situasi dengan menciptakan system distribusi yang cepat, efisien, tetapi sekaligus aman. Agar sistem distribusi yang handal itu tercipta diperlukan kerjasama yang erat aantara satuan-satuan kerja pengguna alat/barang tertentu dengan para petugas penyimpanan, yaitu:
1.      Kebutuhan yang Jelas
Pengguna alat/barang menyampaikan kebutuhannya dengan jelas dalam arti barang apa yang diperlukan, jumlah apa dimana diperlukan dan kapan diperlukan. Untuk memperlancar pemrosesan semua permintaan yang datang dari berbagai satuan kerja
2.      Kecekatan Petugas
Terdapat kecekatan petugas gudang untuk memproses permintaan yang diterimanya dan menyampaikan/ mengirimkannya kepada satuan kerja.
Penggunaan dan Pemeliharaan Prasarana Kantor
Begitu prasarana yang telah diadakan itu didistribusikan kepada bagian-bagian kantor, berarti prasarana tersebut sudah berada dalam tanggung jawab personel kantor tersebut.  Atas pelimpahan itu pula bagian-bagian atau personel kantor tersebut berhak memakainya untuk kepentingan segala aktivitas di kantor.  Dalam kaitan dengan pemakaian prasarana kantor itu, ada dua prinsip yang harus diperhatikan, yaitu prinsip efektivitas dan prinsip efisiensi.  Dengan prinsip efektivitas berarti semua pemakaian prasarana kantor harus ditujukan semata-mata dalam rangka memperlancar pencapaian tujuan organisasi tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.  Sedangkan dengan prinsip efisiensi berarti pemakaian semua prasarana kantor harus secara hemat dan dengan hati-hati sehingga semua prasarana yang ada tidak mudah habis, rusak, atau hilang.
Dalam rangka memenuhi kedua prinsip tersebut di atas maka paling tidak ada tiga kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh personel kantor yang akan memakai prasarana kantor, yaitu memahami petunjuk penggunaan prasarana kantor, menata prasarana kantor, dan memelihara baik secara kontinu maupun berkala semua prasarana kantor.
Sedangkan dalam hubungannya dengan pemeliharaan prasarana kantor, ada beberapa macam pemeliharaan ditinjau dari sifatnya, ada empat macam pemeliharaan, yaitu :
·         Pemeliharaan bersifat pengecekan
·         Pemeliharaan yang bersifat pencegahan
·         Pemeliharaan yang bersifat perbaikan ringan, dan
·         Pemeliharaan yang bersifat perbaikan berat
Apabila dilihat dari segi waktunya, ada dua macam pemeliharaan prasarana  kantor, yaitu pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan berkala.
Penggunaan barang meliputi dua kategori yaitu inventaris yang tidak habis sekali pakai dan inventaris habis pakai, dalam administrasi logistik prinsip efisiensi dan efektivitas merupakan hal yang perlu dipegang menjaga adanya pemborosan, pemborosan terjadi karena dua faktor, yaitu: sikap dan kurangnya keterampilan menyelesaikan tugas
1.      Sikap Mental
Sikap mental pada dasarnya bentuk ketidakperdulian pada berfungsinya alat/barang yang digunakan pegawai dan ketidakjujuran dalam mengelola kekayaan milik organisasi;
2.      Kurangnya Keterampilan
Kurangnya keterampilan menyelesaikan tugas, dalam melaksanakan tugasnya sering banyak melakukan kesalahan. Hingga pemborosan terhadap alat/barang menjadi rusak.
Dalam pengelolaan terhadap sarana dan prasarana kantor, kegiatan penting yang perlu diperhatikan meliputi pemeliharaan (maintenance), reparasi/perbaikan (repair), peningkatan (batterment), penggantian (replacement), dan penambahan (addition).
Inventarisasi Prasarana Kantor
Inventarisasi adalah semua kegiatan dan usaha untuk memperoleh data yang diperlukan mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki. Inventarisasi yang dilakukan di setiap organisasi bisa saja berbeda, namun pada dasarnya semua dilakukan dengan tujuan yang sama, tujuannya yaitu :
·         Agar peralatan tidak mudah hilang.
·         Adanya bukti secara tertulis terhadap kegiatan pengelolaan barang sehingga dapat dipertanggung jawabkan.
·         Memudahkan dalam pegecekan barang.
·         Memudahkan dalam pengawasan.
·         Memudahkan ketika mengadakan kegiatan mutasi/penghapusan barang.
           (Mulyani, Sri dkk. 2008: Hal 55-59)

Penghapusan Prasarana Kantor
Selama proses inventaris kadang-kadang petugasnya menemukan prasarana yang rusak berat.  Prasarana itu tidak dapat digunakan dan tidak dapat diperbaiki lagi.  Seandainya diperbaiki, perbaikan akan menelan biaya yang sangat besar sehingga lebih baik membangun yang baru dari pada memperbaikinya.  Demikian pula, ketika melakukan inventarisasi prasarana kantor, petugasnya mungkin menemukan beberapa prasarana yang jumlahnya berlebihan sehingga tidak digunakan lagi, dan prasarana kuno yang tidak sesuai dengan situasi.  Apabila semua prasarana tersebut tetap dibiarkan atau disimpan, antara biaya pemeliharaan dan kegunaanya secara teknis dan ekonomis tidak seimbang.  Oleh karena itu, terhadap semua barang ataupun prasarana kantor tersebut perlu dilakukan penghapusan.
Penghapusan sebagai salah satu fungsi manajemen sarana dan prasarana kantor memiliki arti:
·         Mencegah membatasi kerugian atau pemborosan biaya untuk keperluan pemeliharaan barang-barang yang semakin buruk kondisinya.
·         Meringankan beban kerja dan tanggung jawab pelaksana inventaris.
·         Membebaskan satuan organisasi dari pengurusan dan pertanggung jawaban barang yang tidak produktif lagi.
·         Membebaskan ruangan atau pekarangan kantor dari penumpukan barang-barang yang tidak dipergunakan lagi.
            Penghapusan dilaksanakan karena inventaris milik organisasi tidak habis sekali pakai atau mengalami depresi nilai yang artinya semakin lama barang tersebut digunakan nilainya pun turun, dengan pengecualian nilai tanah, bahkan alat/barang suatu ketika akan mencapai titik  nol. Suatu organisasi harus menetapkan kebijakan dalam penghapusan berbagai alat/barang yang dimilikinya, ada dua hal yaitu prosedur penghapusan alat/barang tertentu dan rencana pengadaan alat/barang pengganti.
1.      Prosedur Penghapusan
Prosedur penghapusan alat/barang tertentu perlu terlihat dengan jelas:
a.       Siapa yang berwenang memutuskan bahwa alat/barang tertentu sudah waktunya dihapus dari daftar inventaris organisasi;
b.      Bagaimana bentuk penghapusan akan dilakukan, misalnya, dibuang, dijual kepada anggota organisasi yang menginginkannya, dilelang kepada umumdan berbagai bentuk lainnya;
c.       Teknik melakukan depresiasi nilai alat/barang yang akan dihapus, adanya penentuan turunnya nilai sekian proses setiap tahun dan berbagai teknik lainnya;
d.      Jika alat/barang tersebut dijual/dilelang perlu kejelasan pemanfaatan dana yang diperoleh dari penjualan atau pelelangan yang terjadi.
2.      Rencana Pengadaan Pengganti
Dengan terjadinya penghapusan, rencana pengadaan alat/barang pengganti sudah harus dilakukan

KESIMPULAN
Manajemen Prasarana Kantor didefinisikan sebagai proses kerja sama pendayagunaan semua prasarana kantor secara efektif dan efisien.  Manajemen prasarana kantor itu sendiri meliputi kegiatan perencanaan, pengadaan, penyimpanan[A1] , pendistribusian, penggunaan dan pemeliharaan, inventarisasi, dan penghapusan.  Tersedianya  prasarana kantor sebagai penunjang berlangsungnya pekerjaan kantor yang cukup dengan kualitas yang baik, sangat dibutuhkan setiap organisasi dimanapun dalam penyelenggarakan kegiatannya untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Tanpa adanya prasarana, mustahil tujuan akan dicapai. Demikian halnya kantor, tempat berlangsungnya kegiatan yang berkaitan dengan pekerjaan ketatausahaan atau administrasi, juga sangat memerlukan prasarana kantor. Bahkan tidak akan ada pekerjaan kantor yang tidak berkaitan dengan prasarana kantor.  Dengan adanya manajemen prasarana kantor yang baik diharapkan Pekerjaan kantor membutuhkan dukungan prasarana yang memadai, agar tujuan pelaksanaan pekerjaan kantor dapat tercapai dengan optimal. 





DAFTAR PUSTAKA

Bafadal, Ibrahim. 2014. Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara
Chaniago, Harmon. 2013. Manajemen Kantor Kontemporer. Bandung: Akbar Limas   
         Perkasa

Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2002.

Mulyani, Sri dkk. 2008. Modul Memahami Prinsip-Prinsip Penyelenggaraan
        Administrasi Perkantoran. Jakarta: Erlangga

Priansa Donni Juni, Garnida Agus. 2013. Manajemen Perkantoran. Bandung:
       Alfabeta.

Zhen Chen. 2014. Artikel “Principles of Facilities Management” dari Journal of
        Facilities Management Vol. 13 yang tersedia dalam www.emeraldinsight.com (28
        Desember 2014).






Selasa, 10 September 2013

FALLING IN LOVE


Yap intinya gue lagi ngerasain perasaan itu sekarang, entah  waktunya yang salah atau dengan orang yang SALAH.
kalo dibilang jatuh cinta sih, gue lagi ngerasain perasaan itu sekarang…..TAPI lagi-lagi selalu ketutup sama perasaan takut…………entah itu takut disakitin lagi,atau takut jatuh ke orang yang sebenernya biasa aja ke gue…………Kalo kata temen temen gue
"cinta itu perlu kepastian dan terima yang pasti pasti ajadeh mending"
Mereka bisa bilang gitu karena emang gangerasain. Doi bisa buat gue nyaman banget sumpah dari semua cowo yang deketin gue tapi lagi-lagi kenapa tak berakhir happy ending huaaaaaaaaaaaaaaaaaa...... doi bilang gue harus sabar entah sabar buat apa alesannya doi gamau nyakitin kaya yang belakangan kemaren.
Semua hanya masalah waktu yamungkin tuhan punya rencana yang lebih baik positive thingking aja deh yap...
Salam rindu dari cewe tjimohay



Rabu, 21 Agustus 2013

Maskot KI yeaaaay

Tidung Punya Cerita

Guysssssss bulan Mei kemaren ceritanya anak kampus ada kunjungan industry ke Transcop nah dari sana kita lanjut liburan sesaat ke pulau tidung wawww ga nyesel deh meskipun berjam-jam dilaut tapi kebayar sama pulaunya yang indah banget.  Ada satu moment dimana ada games gitu buat pemilihan maskot KI Administrasi Bisnis 2012 udah curiga sih dari awal emang ada sesuatu dibalik semuanya dan ternyata emang bener bisa-bisanya gue dan dia yang kepilih hahahhaahay seneng juga tapi malu juga kenapa kita yang bisa dapet.  


Setelah pemilihan itu ada hal yang sebenernya udah gue sangka dia bakal ngelakuinnya eh tapi dugaan gue meleset ternyata hahahaha
Ini salahsatu moment disana yang sempet diabadiin





Selasa, 19 Maret 2013

Badriah itu sendiri lebaynya sih seperti keluarga kedua gue dikampus kenapa dibilang gitu karena bareng  badriah kita bisa ketawa bareng ngakak puas bareng bareng lohhh hehe.  Badriah sendiri unik banget karena banyak perbedaan didalemnya itu yang ngebuat kita jadi saling melengkapi hahahay
Badriah gatau kapan tepatnya terbentuk, semuanya dimulai seiring intensitas bareng bareng anggota didalemnya.


       Ini salah satu foto-foto badriah